Monday, February 6, 2017

tentang rindu


Zaitun Toduho
Anggota Forum Studi Independensia
Kader Himpunan Mahasiswa Islam
Kader djaman 
Ketua HMJ Sastra Indonesi

Memandang langit yang luas, sudutnya tak terjangkau dan membentang. Angin sudah tidak lagi datang pada selasar ingatanku. Gemuruh yang riuh dari beragam serangga tidak lagi menghiasi halaman telingaku. Mungkin hari ini ada yang ingin datang menjadi kenangan. Sebuah nama, sebuah cerita, dan beberapa situasi yang membawa daun terpaksa jatuh sebelum angin bertiup. Wajahmu pun muncul perlahan di antara awan yang menghitam.Ingin Kuceritakan bahwa Hari ini Cuaca bergerak tak seimbang, kumpulan awan kembang kempis bergerak tanpa ada alasan yang bisa ditepis. Hujan masih ragu untuk turun, seperti malu atau mungkin gagu melihat kita yang tersekap rindu. Langit makin abu-abu, hitam memendam rindu, menyadarkan perasaan bahwa ingatan bisa dipilah sebelum dipilih menjadi kenangan. Langit yang mendung, juga perasaan rindu yang sulit dibendung, bersiap tumpah menjadi air mata ketika langit pecah. Kita pun berpasrah, semoga hujan membawa hati kita pulang pada kenangan yang semestinya....
Haa Hujan Sebentar Lagi

No comments:

Post a Comment